Kuat Lihat Foto Maria Selena?"Klik disini"

Skuad Arema Cronus di ISC A 2016

Advertisement
Skuad Arema TSC 2016 - Arema Cronus siap menyongsong kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Tim kebanggaan Aremania ini telah menyiapkan skuad pemain terbaik guna turut serta dalam kompetisi yang bernama resmi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 mendatang. Pengen tahu daftar skuad beserta nomor punggung pemain Arema Cronus di ISC A 2016?
Arema Cronus

Kompetisi yang dipromotori PT Gelora Trisula Semesta ini akan mulai digelar 29 April 2016 mendatang. Partai antara Persipura Jayapura vs Persija Jakarta akan menjadi partai pembuka tanda dimulainya kompetisi pengganti QNB League ini.

Total 18 tim akan bersaing menjadi yang terbaik di jagad sepakbola Indonesia. Tim-tim besar yang punya tradisi dan dukungan besar semacam Arema Cronus, Persib, Persija, Sriwijaya maupun Persipura telah menyiapkan tim jauh-jauh hari guna meraih hasil terbaik di ISC A 2016 ini.

Skuad Arema Cronus

Arema Cronus datang ke TSC 2016 dengan modal yang sangat bagus setelah menjadi kampiun di gelaran turnamen terakhir, Piala Bhayangkara 2016, beberapa saat lalu. Kemenangan 2-0 di final kala menghadapi musuh bebuyutan, Persib Bandung di Gelora Bung Karno menjadikan anak asuh Milomir Seslija mengangkat trofi juara turnamen yang digagas Mabes Polri ini.

Menjelang kompetisi ISC A, Milomir Seslija telah menyiapkan skuad pemain Arema Cronus. Beberapa nama keluar-masuk. Hal ini dilakukan demi mencari formasi dan bentuk permainan yang diinginkan Milo guna menjadikan Arema Cronus tim terbaik di Indonesia.

Tapi secara keseluruhan, tidak banyak perubahan yang dilakukan. Hal ini disengaja selain menjaga ritme permainan, juga karena Milo hanya ingin menambal pos-pos yang dirasa butuh tambahan pemain. Selain itu, Arema juga memaksimalkan aturan pemain asing 3+1, yakni tiga pemain asing non-Asia dan 1 pemain Asia.

Skuad Pemain Arema

Saat ini Arema Cronus telah memiliki 3 pemain asing non-Asia, mereka adalah Srdan Lopicic asal Montenegro, Goran Gancev asal Makedonia dan Esteban Vizcarra asal Argentina. Lopicic dan Goran didatangkan setelah turnamen Piala Jenderal Sudirman untuk menggantikan Kiko Insa dan Toni Mossi. Sedangkan Vizcarra sudah menjadi penggawa Arema mulai tahun 2015.

Saiful Indra Cahya didatangkan dari Sriwijaya FC guna menambah kekuatan lini belakang. Bek kanan asli Arek Malang ini diproyeksikan mengisi pos kanan benteng pertahanan Arema. Syaiful akan bersaing dengan Ryuji Utomo dan Beny Wahyudi yang selama ini bergantian mengisi posisi bek kanan.

Perkenalan Syaiful Indra Cahya di Arema Cronus:


Kedatangan Syaiful 'memakan' korban. Hasyim Kipuw, bek kanan Arema lainnya, memutusan keluar dari Arema untuk menuju Bali United. Faktor berjubelnya pemain di posisi bek kananlah yang menjadi alasan Kipuw pamit dari Arema.

Di Bali United, pemain yang akarab dengan nomor punggung 59 ini akan reuni dengan Kiko Insa, bek Arema yang dipinjam Bali United, dan Gede Sukadana. Seperti yang diketahui, Kiko dan Sukadana sebelumnya adalah penggawa Arema Cronus. Nama terakhir, Sukadana adalah alasan Kipuw merapat ke Bali United. Faktor kedekatan kedua pemain inilah yang menjadi faktor pendorong kepindahan Kipuw ke tim asal Pulau Dewata ini.

Lantas, siapa saja pemain Arema Cronus yang akan berlaga di kompetisi ISC A 2016 mendatang?

Berikut tim raden.id menyiapkan daftar lengkap pemain Arema Cronus beserta nomor punggung yang akan digunakan di TSC 2016:

NOMOR DAN POSISI NAMA UMUR
PENJAGA GAWANG
1     GK Kurnia Meiga Hermansyah 25 Tahun
21   GK I Made Kadek Wardana 34 Tahun
47   GK Ahmad Kurniawan   36 Tahun
93   GK Utam Rusdiana    20 Tahun
BELAKANG
4     DR,DC,DL Saiful Indra Cahya 23 Tahun
6     DR,DC Ryuji Utomo Prabowo  20 Tahun
7     DR,DL Benny Wahyudi  30 Tahun
16   DC Goran Gancev  32 Tahun
23   DC Hamka Hamzah     32 Tahun
31   DL Junda Irawan    19 Tahun
87   DL, DR Johan Ahmad Alfarizie  25 Tahun
89   DC Oky Derry Andriyan 22 Tahun
TENGAH
8     DC,DR,DM,MC Raphael Maitimo   32 Tahun
12   DM,MC Hendro Siswanto     26 Tahun
14   AMR,AML Arif Suyono   32 Tahun
17   DM,MC Dio Permana 20 Tahun
19   DM Ahmad Bustomi (loan out) 30 Tahun
20   AMCMarcio Teruel 30 Tahun
41   AMR,AML Dendi Santoso  25 Tahun
77   DM Juan Revi Auriqto 29 Tahun
94   MC Ferry Aman Saragih 28 Tahun
99   AMR Ahmad Nufiandani 21 Tahun
32   DM Nick Kalmar 28 Tahun
DEPAN
10  ST Cristian Gonzales   39 Tahun
11  AML Esteban Vizcarra  30 Tahun
15  AMR, STSunarto 25 Tahun
28 AMR, AML Oktovianus Maniani 25 Tahun
25 ST Febri Setiadi Hamzah  32 Tahun
RATA-RATA UMUR
Penjaga Gawang4 Pemain 28,8 Tahun
Belakang8 Pemain 25,4 Tahun
Tengah 10 Pemain27,5 Tahun
Depan 5 Pemain 30,2 Tahun

Keterangan:

GK : Penjaga Gawang                        AMR : Sayap Kanan
DC : Bek Tengah                                AML : Sayap Kiri
DR : Bek Kanan                                 AMC : Gelandang Serang
DL : Bek Kiri                                     MC    : Gelandang Tengah
DM : Gelandang Bertahan                 ST      : Striker

Di bawah mistar gawang, Arema mempunyai 4 penjaga gawang dengan komposisi yang lengkap. Penjajg gawang utama besar kemungkinan diisi Kurnia Meiga. Pemain berumur 25 tahun ini selain kiper utama Arema juga masih salah satu kiper terbaik di Indonesia.

Selain itu, Kurnia Meiga yang sempat menjalani trial di Gamba Osaka ini juga telah lama bergabung di Arema, mulai tahun 2009, sehingga memudahkan dalam berkomunikasi dengan pemain lain. Bagi seorang kiper, komunikasi yang baik terutama dengan pemain belakang adalah kemampuan yang wajib dimiliki guna mengamankan gawang dari serbuan musuh.

Kiper Arema Cronus

Di bangku cadangan ada nama Kadek Wardhana. Pemain asal Bali berumur 34 tahun ini adalah nama yang ideal sebagai back-up Kurnia Meiga. Selain itu, umur Kadek yang menginjak 34 tahun bukan sebuah handicap bagi seorang kiper. Justru bagi seorang kiper, umur diatas 31 tahun adalah periode emas.

Hal ini bisa masuk akal karena semakin bertambah umur, pengalaman menghadapi serangan dan tekanan di lapangan akan membuat seorang kiper menjadi semakin bagus. Di Indonesia, bisa diambil contoh Hendro Kartiko. Atau Choirul Huda di Persela.

Jika kita menengok ke kiblat sepakbola, Eropa ataupun Amerika Latin, banyak nama-nama kiper top, baik yang sudah pensiun atau yang masih aktif, bisa menunjukkan performa gemilang di bawah mistar kala beranjak senja. Mulai Edwin van der Sar, Gianluigi Buffon hingga Rogerio Ceni.

Sedangkan dua nama terakhir, Ahmad Kurniawan dan Utam Rusdiana akan menjalani peran yang berbeda. AK -panggilan akrab Ahmad Kurniawan- dengan segala pengalamannya akan menjadi motivator bagi adiknya, Kurnia Meiga sekaligus berperan sebagai mentor bagi kiper muda Utam Rusdiana.

Di barisan pemain belakang, hengkangnya Purwaka Yudhi ke Persib dan dicoretnya Kiko Insa menjelang ISC lalu sempat membuat Aremania khawatir tentang kekokohan benteng pertahanan Singo Edan. Namun perlahan tapi pasti, Goran Gancev yang didatangkan untuk menggantikan Kiko Insa mampu menjawab keraguan publik Malang Raya.

Rekan duet Gancev adalah pemain senior Hamka Hamzah. Bek tangguh asal Makassar yang sudah berpengalaman bermain di klub-klub besar tanah air. Mulai Persija, Persib, Persipura, Mitra Kukar hingga terakhir Pusamania Borneo FC sebelum bergabung dengan Arema.

Di sektor kanan dan kiri, ada Benny Wahyudi, Johan Al Farizie, pemain baru Syaiful Indra Cahya dan Junda Irawan. Nama terakhir yang mengisi daftar pemain belakang adalah bek masa depan Arema dan Indonesia, Ryuji Utomo. Bermodal postur tubuh ideal, Ryuji juga mempunyai skill bertahan yang bagus. Apalagi dia bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun bek kanan. Plusnya lagi, Ryuji mendapatkan mentor yang sangat ideal, Hamka Hamzah.

Di barisan gelandang, Milo harus bersyukur karena dianugerahi talenta-talenta terbaik di persepakbolaan tanah air saat ini. Karakter permainan para gelandang Arema ini bervariasi, sehingga memungkinkan bagi coach Milo untuk bereksperimen atau menjalanan taktik strategi dengan berbagai formasi.
Maitimo

Arema mempunyai gelandang bertahan bertipe stylish pada diri Ahmad Bustomi, gelandang murni pada diri Ferry Aman Saragih, tipe petarung pada diri Hendro Siswanto dan Juan Revi serta kreator serangan pada diri Srdan Lopicic. Kemudian satu nama lagi, pemain naturalisasi asal Belanda, Raphael Maitimo. Pemain versatile alias multiposisi yang dimiliki Singo Edan. Pemain bernomor punggung 8 ini bisa bermain sebagai bek kanan, bek tengah, gelandang box-to-box maupun kreator serangan dengan sama baiknya.

Di posisi flank kanan dan kiri, berderet nama-nama seperti Esteban Vizcarra, Dendi Santoso, Arif Suyono dan pengganti Antoni Putro Nugroho, Oktovianus Maniani. Selain Antoni, publik sepakbola tanah air pasti sangat familiar dengan nama-nama tersebut. Hal ini tentunya tidak terlepas dari performa pemain tersebut di lapangan selama ini.

Gonzales dan Giron

Di barisan tukang gedor jala lawan, nama Cristian Gonzales adalah jaminan mutu. Baginya, umur hanyalah deretan angka. Performa dan ketajaman El Loco di lapangan hijau tidak kalah dengan para striker tim lain yang berumur jauh di bawahnya. Selain Gonzales, Arema masih punya Supersub, Sunarto dan rekrutan anyar, Gustavo Giron Marulanda.

Menjelang penutupan pendaftaran pemain, Arema menambah dua amunisi lokal yakni 'si anak hilang' Ahmad Nufiandani dan penyerang Febri Hamzah. nama pertama didatangkan dari PS TNI sedangkan nama kedua dari PBFC.

Ahmad Nufiandani

Berbekal kedalaman skuad dan kualitas individu pemain, Milomir Seslija selaku pelatih Arema Cronus mempunyai beberapa alternatif formasi pemain yang bisa digunakan. Formasi 4-2-3-1 adalah andalan Milo di gelaran turnamen terakhir beberapa waktu lalu, Piala Bhayangkara 2016. Tetapi formasi baku tersebut bisa berubah menjadi 4-3-3 ataupun 4-4-2 tergantung karakter lawan dan juga kondisi tim.

Jika melihat kualitas skill di lapangan dan kebutuhan tim serta karakter permainan yang diinginkan Milo, nama-nama berikut ini besar kemungkinan bakal menghuni daftar line-up Arema Cronus.

Kurnia Meiga akan berdiri di bawah mistar gawang Singo Edan. Duet bek tangguh sekaligus kapten tim Hamka Hamzah dan Goran Gancev akan menjadi kunci pertahanan Arema. Di sisi kanan dan kiri besar kemungkinan diisi Syaiful Indra Cahya dan Johan Al Farizie.

Dua gelandang jangkar, Raphael Maitimo dan Hendro Siswanto akan bahu membahu menopang trio gelandang serang Esteban Vizcarra, Dendi Santoso dan Marcio Teruel. El Loco Cristian Gonzales akan menjadi ujung tombak Arema. Gonzales akan menjadi pemantul bola dan juga finisher di depan gawang lawan.

Demikian tadi skuad pemain Arema Cronus beserta nomor punggungnya yang diproyeksikan turun di Indonesian Soccer Championship (ISC) A 2016. Daftar nama pemain Arema ini diprediksi akan bertambah seiring rencana manajemen Arema untuk menambah 1 pemain lokal lagi. Pemain yang diincar adalah pemain berpengalaman yang berposisi bek tengah.

Salam satu jiwa, AREMA.

Advertisement

BAGIKAN:

+1